banner

menu

Jumat, 03 Februari 2012

puisi : tangisan kuda


Tangisan kuda
(maulana husain rumi)

Memang dia hanya patung
Patung yang dianyam
Disimpul dalam sebuah rajutan.
Dia pernah jaya
Berbinar menyua nusantara
Dulu,
Kala senja masih suci
Kala samudera masih biru

                   Kini dia diumbar
                   Demi kail recehan ibukota
Bemandikan darah
Bersenandung nanah
Dia jual kejayaan silam
Karena cakar penguasa
Terlalu miris,
Hanya sekadar memicingnya

Dia sang pejuang aksara
Kerikil tajam menganga
Menyala
Dia jejaki
Dia takbirkan kalam budaya
Lewat senyum tersirat
Siratan lolong tangis membahana
                  
Lupakan sejenak, saudara
                   Pembangunan rusak-rusakan
                   Material porak poranda
                   Menajiskan pijak kita semua

Tengok kuda itu,
Dia melolongkan hikmah
Sebuah cermin permata
Kedamaian haru masa lalu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di sini (Info Blog)

bintang kerlip

widget gaara

butterfly