Tangisan kuda
(maulana husain rumi)
Memang dia hanya patung
Patung yang dianyam
Disimpul dalam sebuah rajutan.Dia pernah jaya
Berbinar menyua nusantara
Dulu,
Kala senja masih suci
Kala samudera masih biru
Kini dia diumbar
Demi kail recehan ibukota
Bemandikan darahBersenandung nanah
Dia jual kejayaan silam
Karena cakar penguasa
Terlalu miris,
Hanya sekadar memicingnya
Dia sang pejuang aksara
Kerikil tajam menganga
Menyala
Dia jejakiDia takbirkan kalam budaya
Lewat senyum tersirat
Siratan lolong tangis membahana
Lupakan sejenak, saudara
Pembangunan rusak-rusakan
Material porak poranda
Menajiskan pijak kita semua
Tengok kuda itu,
Dia melolongkan hikmah
Sebuah cermin permata
Kedamaian haru masa lalu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar