SERAT KEGELAPAN
(maulana husain rumi)
Sayup-sayup aungan kelam di pelupuk jiwa
Menyambar tajam keheningan
Sepoi-sepoi embun syahdu samudera
Yang bertebaran
Yang tersisih
Ditepis alunan waktu yang mengalir
Mentari masih terpaku dalam kedilemaan
Seakan enggan untuk meruncing
Bersama kilau barisan tombak bernama
Si surya pun mengoranye senja
Dalam keterpanaan roman merah kelam
Semua indera tertidur dibius asap
Asap mengepul menyeruak retak
Melodi kehidupan pun tercerai berai
Menyuarakan irama kematian
Di sudut rembulan bundar meredup
Memucuk terkatup
Harum indahnya miris tergadai
Di plesir rajutan angkasa
Melangkahlah terus
Meski gelora kehidupan masygul
Memaknai tafsir yang tak terbaca
Terus resapi
Terus fahami
Cahaya hitam di Serat kegelapan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar