umpatan kerinduan
oleh Maulana Husain Rumi pada 15 Januari 2012 pukul 19:43
merenung merangkai rintikan hujan
semakin lama anganku terlarut
semakin besar kerinduanku membuncah
aku tak kuasa
menahan gejolak rindu tak tertahan
lisanku mengumpat
bangsat
aku kangen
aku rindu
menit-menit yang telah lama mengalir
bagiku abad yang tengah terukir
aku semakin menjerit
keparat kau rindu
kau bangun istana indah dihatiku
tapi sekarang kau dimana
pondasi ini butuh rasamu
kau telah menggoreskan pena kehidupan
ya, goresan pena yang menyelami bumi cakrawala
apa kau telah membuang rekaman kisah kemarin
kisah yang terpahat dalam Marmer diariku
dan tersampul oleh binar kesucian cahaya
kini jasadku bersandar di altar penenang raga
kudendangkan ayat-ayat rinduku ini
dengarlah kasih
dengarkan cinta
umpatanku
pada marmer yang membisu
perihal kerinduanku
yang bersua di bayang-bayangmu
emha as-sofa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar