banner

menu

Kamis, 19 Januari 2012

kegalauan rindu di penghujung awal tahun

oleh Maulana Husain Rumi pada 1 Januari 2012 pukul 2:45
 
Gemebyar kembang seruni berapi di awang
yang mestinya indah berkobar
tak berarti
tak berasa
dalam curah kegundahan


jantungku sakit terhimpit
teramat dalam keagungan rindu
hingga hatiku pun ikut tergores
darah nanah penyesalan


terjangan dahsyat badai gerimis
yang ditambah halilintar angin
yang kurasa,
dapat menafikan kegalauan
ternyata tidak



kala cintaku terhantam
gemuruh riuh coba'an
yang mendera
yang menghujam
menjadikan segerombol indera berkelana
dalam detik penghujung awal tahun
mengawali perjuanganku


dengarkan aku
desir anggun fragmen debu
rasaku mencuat hebat
mengelana ke singgasanamu
janganlah kau acuhkan


bayang-bayang ukiran kata bisumu
masih menggumpal kentara
dalam penjuru titik rasio
membuat malam kelabu ini
terasa panjang
menembus masa



nuraniku menjerit
hingga akhirnya
detik
terus kudzikirkan
menanti hadirnya cahaya
yang masih bersemayam
dalam alam kemusykilan

by : husain el-rumi
nb : setelah kembang api itu berkoar-koar, pikiranku berkecamuk galau, semenjak dhuha tadi perjalanan menuju dhuha esok, mataku, hatiku terus menghitung detik, yang mengalir pelan, menggalaukan berkecamuknya penyesalan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di sini (Info Blog)

bintang kerlip

widget gaara

butterfly